Selasa, 21 Juni 2011

Desain Rumah Burung Walet

   
Burung walet atau didaerah saya orang menyebutnya lawet merupakan burung penjelajah sejati no 1 di dunia . Burung  ini mengalahkan rekor terbang unggas lain yang terbang dalam siklus tahunan musim panas dan dingin untuk berpindah antar negara bahkan benua .
            Berbeda dengan burung seriti, walet memiliki postur tubuh lebih kecil dan lemah. Sejak pertama kali terbang burung ini akan terbang selamanya sampai mati. Istirahat sejenak hanya untuk bertelur. Kenapa demikian, karena Tuhan menciptakan burung ini dengan bobot yang amat efisien . Karena sangat ringannya maka kaki burung ini menjadi amat lemah , bahkan hanya untuk menyangga beban tubuhnya sendiri saja tidak mampu.
            Bagi petani penangkar burung ini, tepatnya pengusaha walet , agar populasi walet cepat bertambah dan betah tinggal dirumahnya , maka cara yang dilakukan adalah melepaskan serangga kecil pada jaring plastik yang telah diberi blower / kompresor agar  makanan tambahan ini selalu melayang diudara.
            Mengapa , yaitu tadi , walet tak pernah hinggap . Ia selalu makan sambil menyambar serangga yang sedang terbang . Kalau seriti ia bisa makan sambil bertengger dan mematuk matuk serangga pada wadahnya misal tampah. Secara alamiah kita bisa melihat burung seriti bertengger berjajar dikabel listrik SUTET yang melintas dipersawahan pada saat gerimis atau hujan.    
Para ahli mensinyalir cara burung walet ini beristirahat adalah dengan cara terbang sangat tinggi dari ketinggian biasa ketika  mencari makan  sedangkan yang bertugas mengerami telur akan beristirahat disarang. Terbang sangat tinggi dimalam hari dengan memanfaatkan tenaga LIFT (daya angkat angin) karena perubahan temperatur udara . Dengan cara ini burung dapat melayang – layang tanpa perlu mengepak untuk mengistirahatkan otot dadanya dan tidur tanpa takut jatuh dari ketinggian.  


Hunian
            Untuk berkembang biak , burung ini memerlukan sarang yang kondusif . Diperlukan naungan agar tidak terkena terik dan hujan. Tempat yang paling disukai adalah digua – gua alam baik digunung maupun di laut . Dengan hadirnya manusia yang membangun gedung – gedung berukuran lapang ,  maka banyak populasi walet yang hijrah ke dalam bangunan ini.
Dengan potensi manfaat sarang burung walet yang terbuat dari liurnya, maka berkembanglah usaha pembangunan rumah walet .
Ratusan juta rupiah dana yang telah dikeluarkan untuk membangun. Namun sebagian tidak berhasil karena tidak ada walet yang mau bersarang , meskipun populasi walet sangat besar didaerah itu . Melihat fenomena ini memang secara reflek kita  akan menelan ludah , karena melihat walet terbang disamping gedung, tapi tak satupun yang mau mampir.


Investasi utama yang telah di keluarkan tersebut antara lain :
  1. Biaya perijinan (IMB)
  2. Sewa jasa kontruksi sipil
  3. Sewa jasa ahli bangunan walet
  4. Material bangunan
Investasi tambahan :
  1. Listrik
  2. Alat peniru suara burung (MP3 player)
  3. Parfum pemikat (kotoran walet yang dicairkan + air cucian sarang walet)
  4. Jasa para normal / pawang burung .

Awal Kegiatan Dengan Logika
            Banyak cara – cara yang dilakukan pada awal usaha ini termasuk  yang menyimpang dari logika. Misal mengikuti ritual dan sesaji . Namun sebagai engineering kita pilih yang logis saja ya .

Dengan cara – cara engineering maka awal yang dilakukan setelah pembangunan rumah walet adalah usaha untuk membuat ruangan menjadi nyaman untuk habitat walet. Yang pertama dilakukan adalah
  1. Menghilangkan bau semen dengan parfum walet. Analogi teknik ini  adalah identik dengan  menggunakan gedebok pisang pada cara budidaya belut dan lele di bak semen.
  2. Menggunakan alat pemanggil MP3 Player 24 jam non stop atau disertai dengan timer (setiap 15 menit).
  3. Menjaga suhu, kelembaban, ketenangan ruang dari predator dan intensitas matahari.
 Komunitas Pengusaha Walet
Bila cara tersebut gagal maka cara yang ditempuh adalah dengan cara membuat koloni kecil. Yaitu dengan  membiarkan burung seriti membangun sarang di tempat tersebut. Cara Ini memanfaatkan sifat alamiah burung seriti yang relatif lebih berani memasuki gedung baru dan membuat sarang. Sarang burung seriti menggunakan  jalinan tanah liat dan sedikit rumput kering dengan bentuk sama seperti sarang walet. Setelah koloni seriti  terbentuk dan cukup banyak maka yang perlu dilakukan pengusaha walet adalah meminta bantuan sesama komunitas pengusaha walet.
Bantuan yang diperlukan adalah substitusi telur walet. Telur seriti, sarang demi sarang diganti dengan telur walet. Telur ini harus diberi titik dengan spidol lunak saat pemindahan dengan demikian posisi atas bawah telur saat diambil dan diletakan sama. Juga pasangan telur  jangan diganti. Setelah menetas maka walet akan menjadi calon koloni baru di rumah walet tersebut. Pada awal panen , maka sarang yang ditemukan adalah sarang BANCI . Yaitu gabungan sarang walet dan dan sarang seriti , namun setelah  semakin banyak koloni walet , maka sarang walet sejati akan  dipanen .

Re Design  Rumah Walet
            Adalah metoda yang ditempuh untuk melakukan percepatan menuju kearah yang di inginkan sesuai dengan kaidah-kaidah engineering,  yaitu melalui studi ilmiah dengan tidak meninggalkan dasar teori / telaah pustaka.  
   
Alam Mengajari Kita
Waktu jalan – jalan  dekat  saya hunting sinyal WIFI karena menurut rekan- rekan disitu merupakan daerah HOT SPOT. Namun tidak berhasil karena jaringan down . Sinyal cuma satu bar.
Karena gagal mencari proyek penelitian di internet, saya kemudian melihat sekeliling lapangan. Sambil  menunggu 5 Jam , saya keliling lapangan . mengamati lingkungan. Setelah hujan besar saya menyaksikan air saluran kota mulai deras dan tak lupa menyeret botol-botol amdk . Wih ikannya banyak juga kayaknya ( mungkin betik / wader), kapan – kapan mancing  deh  kan deket dari rumah ku.

Sangkin senangnya melihat ikan , tak sadar kalau sejak lama ada yang terbang dibawah jembatan , Kalau tak salah disitu ada 4  jembatan. Sejenis  burung layang bolak balik melintas dibawah jembatan.
Data yang bisa diberikan :

  1. Aliran air maksimal 0,5 meter / detik
  2. Tinggi lantai jembatan 1 meter dari muka air.
  3. Tinggi bibir terbawah jembatan dengan muka air 40 cm .
  4. Warna air coklat – menuju hitam – tercemar limbah batik
Nah dari kejadian alamiah ini maka timbul konsep bagaimana kalau keadaan ini dibawa kedalam kontruksi sebuah rumah walet yang masih kosong, agar menjadi lebih cepat berproduksi .

Implementasi yang diambil  adalah :
  1. Mencontoh pandangan bebas (horisontal)  saat masuk dan keluar, ini memberikan perasaan aman burung layang untuk terbang menjelajah.
  2. Adanya air dan gemericiknya merupakan keadaan alamiah yang menyenangkan dan memberikan pengaruh pada kelembaban lingkungan.
  3. Daerah gelap  dan terang  kontruksi bagian bawah jembatan memberikan dua gabungan sekaligus yaitu kebebasan gaya terbang jatuh bebas dari sarang serta rasa nyaman ditempat yang teduh, tidak terik dan  tidak berangin. 


Aplikasinya

            Rekayasa atau rancang bangun yang perlu dilakukan agar konsep alamiah ini menjadi ilmiah , adalah membagi dua ruang dalam rumah walet .

  1. Bagian atas  adalah bagian tiruan jembatan
  2. Bagian kedua adalah ruang  utama ( goa buatan ) 



Keterangan gambar :


  1. Kolam berada di lantai dua, dibuat dengan cara memberi lubang pada bagian tengah lantai berbetuk kotak ( sebaiknya didesain berbentuk bibir alamiah goa) dan dinaikan tepinya setinggi 1 meter . Agar bisa membendung air (ada tujuannya ….)
  2. Jedela masuk / pintu masuk dan keluar dibuat sangat lebar dengan tinggi maksimal 1 meter dan tinggi  minimal 40 cm  sejajar . Ini memudahkan burung melihat pintu keluar secara otomatis , sehingga burung layang berani masuk untuk melintas, mengamati dan tertarik untuk tinggal. Bila terlalu lebar maka angin dan cahaya terlalu banyak (tidak nyaman) bila terlalu sempit maka burung menjadi takut masuk.
  3. Kolam di isi dengan air dan diberi ikan agar sesuai dengan habitat alamiah sungai . Kecipaknya memberikan kesan lebih naturalis dan aman untuk kehidupan hewan.
  4. Diberi tambahan pompa air untuk akuarium daya 50 watt agar timbul bunyi gemericik air dan memberi oksigen bagi  ikan.
  5. Tangga besi adalah untuk memberi makan ikan . Merupakan salah satu cor penyangga lantai dua yang didesain diberi pijakan besi.
  6. Kolam memiliki mekanisme penguras air.  



new konsep kontruksi rumah walet yang telah diberi tiruan ruang bawah jembatan.

  1. Pintu / jendela masuk adalah dipilih salah satu arah misal utara – selatan dan timur – barat.
  2. Pilihan arah disesuaikan dengan hasil pengamatan arah lintasan alamiah burung walet di tempat tersebut supaya bangunan tidak melintang / menghalangi .
  3. Lantai bawah menggunakan keramik hijau seperti lumut - agar tidak terlalu cerah dan tidak terlalu gelap  Dan burung mengetahui kalau ada ruang dibawah kolam sehingga tertarik untuk memasuki pintu goa dan menjelajah ruang dibawahnya .



  1. Tujuan utama redesign adalah untuk memancing pembentukan koloni walet secara alamiah.
  2. Bila sudah banyak koloni yang terbentuk maka pintu masuk dan keluar dipersempit  secara bertahap untuk keamaan dari pencurian.
  3. Setelah rumah waleh benar – benar siap berproduksi maka pada akhirnya kolam dapat benar – benar di keringkan.

0 komentar:

Poskan Komentar