Kamis, 23 Juni 2011

PERSYARATAN UMUM PONDASI


  • Kedalaman
    Cukup untuk menjamin tidak ada desakan dari tanah (tidak bergeser) [min.60 cm], bebas dari perubahan musim/gangguan alam [min. 1 m]  atau di bawah level scouring dan tanah organik.
  • Sistem pondasi aman terhadap geser, guling, kapasitas dukung tanah/setlement dan longsor massa pada daerah berbukit (banyak parameter yang tidak diketahui).
  • Pondasi aman terhadap bahan-bahan reaktif (awet), tidak boleh retak dan tidak boleh melentur berlebihan.
  • Pondasi ekonomis baik dalam tinjauan struktur maupun pelaksanaan.
  • Pondasi ramah lingkungan (tidak menarik bangunan sekitar akibat setlement).
  • Pondasi fleksibel terhadap kondisi sekitar (perencana harus meninjau kondisi lapangan sebelum mendesain pondasi).


BEBERAPA FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN TERHADAP PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN

Air Tanah (m.a.t)
Berdampak terhadap kapasitas dukung, stabilitas keseluruhan, gangguan dewatering mengeringkan sumur tetangga), dan teknik pelaksanaan (lempung becek diinjak-injak pekerja secara berlebihan dapat merusak kapasitas dukung tanah.
Air Tanah di Dekat Pondasi
Podasi bisa miring pada tanah granular terendam air akibat gerusan pada dasar pondasi. Sehingga disarankan jangan dibawah m.a.t atau dengan teknik pelaksanaan yang baik.



Pondasi Baru Dekat dengan Pondasi Lama
Pondasi Baru Dekat dengan Pondasi Lama
Pondasi lama akan terbawa turun juga akibat beban pondasi baru. Solusinya dengan pengaturan jarak yang cukup (sebaran beban 1:1) atau gunakan sheet pile.

Suku ke-2 kapasitas dukung tanah akan hilang, sehingga kapasitas dukung menjadi berkurang. Solusi dengan pengaturan jarak yang cukup (sebaran 1:1) atau gunakan sheet pile/buis beton.

Volume konstan akan menggesar tanah secara lateral dan bangunan kecil akan terdorong ke samping. Dapat juga bangunan kecil akan terbawa turun. Jika bangunan besar turun 5 cm biasa saja, tetapi kalau bangunan kecil bagaimana? Solusi untuk pondasi pile hingga lapisan keras/lapisan batuan.

Berkatian dengan Aliran Air (Erosi)
Pondasi Berkaitan dengan Aliran AirDasar pondasi harus di bawah pengaruh gerusan.
Pondasi di Atas Tanah Pasir yang Tidak Padat
Pondasi di Atas Tanah Pasir yang Tidak Padat
Masalah yang timbul adalah setlement, erosi air baik di permukaan maupun di dalam tanah. Untuk mencegah dampak erosi permukaan diperlukan kedalaman pondasi yang cukup, namun untuk erosi yang ada dalam tanah diusahakan jangan ada pemompaan atau aliran air.
Pondasi di Atas Tanah Ekspansif
Pondasi di Atas Tanah Ekspansif
Sifat tanah ekspansif: pada saat basah mengembang dan pada saat kering tanah menyusut baik ke arah vertikal (dominan) maupun horisontal.
Pondasi Jalan di Atas Tanah Ekspansif
Pada jalan jika penyusutan tidak bersamaan, aspal akan pecah-pecah. Sedangkan pada saat pengembangan kapasitas dukung tanah mengecil yang dapat berakibat penurunan yang tidak merata.

Solusi: Mengganti tanah dengan tanah yang baik, perbaikan tanah dengan bahan kimia semen/kapur), pengontrolan kadar air agar tidak terjadi penyusutan dan pengembangan.
Perbaikan Tanah dengan Bahan Kimia
Untuk pondasi dapat dipasang rongga pengatur kembang susut.

Untuk pondasi tiang, agar tiang tidak terpengaruh kebang susut dapat digunakan pelapis bitumen agar permukaan tiang licin sehingga tidak menarik maupun mendorong tiang.

Untuk pasangan tegel rumah di atas tanah ekspansif disarankan,
Beban Merata PondasiSedangkan untuk pondasi telapak disarankan mengganti lapisan ekspansif dengan jenis tanah yang tidak ekspansif.
Perbaikan Tanah Ekspansif
Pondasi di Atas Tanah Lempung Non-Ekspansif

Laminating Clays (lempung keras tapi berlapis dan bercelah)  akan menyebabkan bidang licin jika ada air hujan sehingga qu tidak bisa ditetapkan besarnya. Disarankan menggunakan residual strength-nya. Lempung lunak akan menimbulkan masalah setlement dan kapasitas dukung yang rendah dan jenis tanah ini dapat mengalir dan menggeser tiang pancang.
Pondasi di Atas Timbunan yang Tidak Direncanakan

Jika akan mendesain pondasi di atas timbunan yang tidak direncanakan perlu diyakinkan dahulu materialnya apa, dan keseragaman/kepadatannya bagaimana. Apakah materialnya berupa sampah, puing bangunan, tanah bekas tanaman atau kayu. Masalah yang timbul adalah perbedaan setlement akibat kepadatan dan keseragaman yang berbeda-beda.

FAKTOR LINGKUNGAN YANG PERLU DIPERHATIKAN

PRINSIP: Menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertimbangkan dampak pada lingkungan, meminimalkan dampak dan mencegah serta mengatasi dan memperbaiki.

PENGEBORAN
Saat penyelidikan tanah, lubang bor jangan dibiarkan terbuka untuk menghindari pencemaran air tanah. Perlu dipikirkan penyelamatan Top Soil, pencegahan kerusakan struktur tanah pada pengoboran di dekat sungai/aliran air serta efek pengeboran pada muka air tanah terutama di atas lapisan rapat air.

BAHAN GALIAN
Bahan galian jangan masuk ke saluran drainase dan tercecer di jalan.

PELAKSANAAN PONDASI
Pertimbangkan dampak kebisingan dan getaran akibat pemancangan tiang.

PENGGUNDULAN TANAMAN
Pertimbangkan erosi dan instabilitas lereng serta kembang susut aktif.

PEKERJAAN DI TEPI SUNGAI/LAUT
Reklamasi pantai akan menyebabkan hidraulik gradien turun, aliran air lamban dan banjir. Pertimbangkan pengaruh intrusi air laut dan keragaman hayati.
Reklamasi Pantai
PEMOTONGAN BUKIT
Perlu dipertimbangkan bahaya longsor.

PENGEMBANGAN DAERAH YANG DILINDUNGI
Pantai berterumbu karang, berbakau dan pasir bukit alami.

Artikel ini diambil dari website BPPS Online dan merupakan bagian dari catatan kuliah "Desain dan Analisis Pondasi Dangkal" yang ditulis oleh Hanggoro dengan editor Arnida Ambar.

0 komentar:

Poskan Komentar